DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun Menangqq Agen bandar judi Adu Q Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Perkasa99 Situs Bandar66 Terbaik NikmatQQ Situs BandarQ Terbesar
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik

Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik

lihat juga

Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik

Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik
Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik

“Yah, kita terlambat deh, Yu.” keluh Dina.”Sudah lewat lima menit nih”, Yuyu langsung lunglai.
Kuliah pertama hari ini dosennya killer banget, namanya Pak Sundjoto. Ia benar-benar takut sama Pak Sundjoto. Namanya saja sudah Sundjoto, bagaimana senjatanya.

Finally, mereka harus bolos kuliah. Itu lebih baik, daripada mereka harus dihukum menyalin tugas statistik tujuh kali.
“Ya udah deh, aku mandi dulu. Kau juga Din, nanti masuk angin” kata Yuyu sambil segera masuk ke kamarnya dengan lemas.

Dina benar-benar merasa bersalah. Seharusnya ia tak terlalu lama memilih-milih bra tadi, tapi Dina memang paling senang pilih-pilih underwear. Bisa dikategorikan bahwa Dina seorang kolektor underwear. Akibatnya mereka harus mengejar waktu menembus hujan yang cukup deras, tapi nyatanya tetap harus terlambat. Untuk menebus kesalahannya itu Dina memasakkan mie goreng untuk Yuyu. Yuyu gemar banget sama mie goreng, dan itu merupakan senjatanya untuk meminta maaf kepada Yuyu.

Dina tak peduli kedinginan. Tanpa harus mandi dulu, ia sudah menggorengkan mie untuk Yuyu. Lalu Dina segera membawa mie goreng “made in” dirinya ke kamar Yuyu. Yuyu kaget ketika Dina tiba-tiba masuk ke kamarnya begitu saja. Pasalnya Yuyu belum selesai memakai bajunya. Ia masih bertelanjang dada. Untung bagian paling sensitifnya sudah ‘diamankan’ sebelum Dina masuk tadi.

Dina juga tak kalah kagetnya. Ia sampai terbengong-bengong memandangi pemandangan indah yang terhampar di depan matanya. Kedua bukit kembar Yuyu membusung di depannya. Sekal membulat sedikit berlebihan untuk tubuhnya yang agak kurus. Kedua bola mata Dina yang bening nanar memandangi kedua daging kecil coklat kemerah-merahan yang bertengger di kedua ujung bukit kembar itu. Darah Dina bagai disiram air hujan, dingin menggigil. Ia terbayang beberapa adegan blue film yang pernah ditontonnya.

Hujan semakin deras di luar. Petir mengelegar memekakkan telinga. Dina tersentak mendengarnya.
“Ah, maaf Yu. Aku tak sengaja. Ini mie goreng untukmu. Makanlah selagi hangat,” kata Dina sedikit gugup.
Diletakkannya sepiring mie goreng itu di meja rias. Dina segera berbalik hendak pergi tapi urung karena Yuyu memanggilnya.

“Din, aku masuk angin. Kamu mau kerokin aku kan?” pinta Yuyu.
Mulanya Dina ingin menolak. Dia takut birahinya muncul dan salah tempat karena Yuyu dan Dina sejenis. Tapi melihat wajah memelas Yuyu, perasaan bersalah Dina kembali muncul. Bagaimanapun juga Dina yang menyebabkan Yuyu jadi masuk angin. Akhirnya Dinapun bersedia menuruti permintaan Yuyu.

“Sebentar aku ambilkan balsemnya,” ujar Dina segera keluar kamar Yuyu.
Tapi ternyata Yuyu menyusul Dina. Yuyu berfikir di kamar Dina juga tidak apa-apa, sama saja. Maka dengan hanya mengenakan CD-nya Yuyu masuk ke kamar Dina. Tentu saja Yuyu tidak perlu khawatir karena mereka hanya berdua di rumah itu saat ini.

“Disini saja, Din.” kata Yuyu membuat Dina terkejut tak menyangka Yuyu akan menyusul ke kamarnya.
Yuyu menelungkupkan badannya diatas ranjang. Kemudian Dina duduk di tepi ranjang untuk mulai mengerokin kulit punggung Yuyu. Tapi niat itu urung dengan tiba-tiba. Jemari Dina menyentuh kulit punggung Yuyu sekilas. Kulit punggung Yuyu halus sekali.

Punggung Yuyu yang agak kecoklat-coklatan nampak belang di bagian yang biasa tertutup tali bra. Tanpa sadar Dina menyentuhkan jari telunjuknya menyusuri bagian punggung Yuyu yang belang itu. Dari punggung atas teruuss menyamping. Yuyu yang merasa kegelian membalikkan badan. Pada saat itulah tanpa sengaja jari telunjuk Dina menyentuh payudara kiri Yuyu.

“Kenapa, Din?” tanya Yuyu sedikit mengatupkan mata menahan rasa merinding di tubuhnya.
“Kulitmu halus sekali.”ujar Dina dengan nafas tersendat.
Mata Dina kembali tertuju pada bukit kembar yang terpampang di depannya.
“Milikmu besar sekali.” lanjut Dina.
“Kamu sudah pernah ML (make love) ya?”
“Siapa bilang? Ini keturunan.”, jawab Yuyu sambil sedikit mengangkat bukit kirinya ke atas, bagaikan menantang setiap tangan untuk memegangnya.

Birahi Dina yang mulai terbakar dan imbas dari kehujanan tadi membuat Dina menggigil. Kemudian dilepaskannya kaosnya yang sudah agak kering. Tersembulah dua bukit kembar Dina yang masih terbalut kain bra. Dua bukit yang sebenarnya agak kecil itu terlihat lebih besar dari ukuran sebenarnya karena menegang menahan birahi Dina yang mulai meluap. Entah mengapa Yuyu menjadi senang ketika Dina melepas kaosnya.

“Milikmu juga besar Din.” kata Yuyu.
Dina memandangi kedua bukit yang masih tertutup kain itu
“Coba aku buka ya” pinta Yuyu.

Yuyu menempelkan tubuhnya ke tubuh Dina untuk membuka pengait bra di punggung Dina sehingga Dina mudah untuk melepaskannya. Mata Yuyu berbinar-binar memandangi dua bukit kembar ukuran 32 milik Dina itu. Walau sedikit lebih kecil dari miliknya, tapi milik Dina itu nampak lebih ranum. Tentu saja itu karena birahi Dina yang mulai bergolak. Tiba-tiba Dina melepaskan klok yang dipakainya. Sesekali gerakannya tersendat. Kini mereka berdua sama. Hanya memakai CD tanpa penutup lain.

“Yuu.. aku rasanya mau..” suara Dina mendesah
“Mau apa?” tanya Yuyu dengan tatapan menggoda.
“Aku tak bisa menahannya Yu..” suara Dina makin mendesah.

Tahulah kini Yuyu apa yang diinginkan Dina. Ia segera menarik tuduh Dina merebah. Kemudian dirabanya dada Dina perlahan dan lembut. Diresapinya kehalusan kulit Dina senti demi senti. Disentil-sentilnya puting payudara Dina setiap kali jemari Yuyu menyentuhnya. Dada Yuyu bergemuruh, nafasnya naik turun. Sedang Dina tersengal-sengal menikmati setiap sentuhan Yuyu.

“Yu.. ooh.. dinginn..”
“Din.. kamu menggairahkan banget.. aku.. juga mau..”

Yuyu mulai gelap mata. Kini ditindihnya tubuh Dina. Bibir Yuyu menyentuh bibir Dina. Dilumatnya bibir bawah Dina dengan rakus, dihisap dan digigit-gigit kecil. Dipermainkannya lidah Dina dengan lidahnya hingga membuat Dina berkerjap-kerjap. Bukit kembar mereka saling menghimpit. Keduanya nampak seperti kembar siam saja, saling menempel dan melumat. Dina menggesek-gesekkan kemaluannya pada kemaluan Yuyu berirama. Sedangkan kedua tangannya telah meremas-remas kedua bokong Yuyu yang semok dan sekal. Nafas keduanya semakin memburu menikmati apa yang belum pernah sekalipun mereka rasakan.

“Ahgh.. Yu.. enak.. teruus aahh” rintih Dina di sela-sela cumbuan Yuyu.
Bibir Yuyu turun menjilati leher Dina yang jenjang dan memberikan gigitan-gigitan kecil sehingga nampak noda merah di beberapa tempat di leher Dina. Gejolak birahi Dina yang telah bergolak bagai tak bisa dibendung menyambar-nyambar bagai kilat di sore itu. Dibalikkannya tubuh Yuyu sekuat tenaga.

Kini posisi mereka berbalik. Dina yang berbadan lebih besar menghimpit tubuh Yuyu. Tanpa banyak pikir diremasnya bukit kembar Yuyu bergantian. Makin lama semakin keras. Yuyu meringis menahan sakit. Lalu Dina memasukkan puting merah kecoklat-coklatan itu ke dalam mulutnya. Di dalam mulutnya Dina meniup dan menghisap daging kecil itu. Dijilatinya beberapa bagian yang bisa digapai oleh lidahnya. Kemudian digigit-gigitnya gemas daging yang sudah sangat keras itu.

“Achh..” teriak Yuyu kesakitan.
Yuyu membenamkan kepala Dina ke dadanya yang semakin dibusungkan. Yuyu benar-benar melayang. Manakala jemari Dina mulai meraba-raba isi dibalik CD-nya. CD itu telah basah bermandikan lendir yang berasal dari lubang vagina Yuyu. Dina meraba-rabanya. Tangannya kini telah menelusuri setiap lekuk bukit belah yang berumput basah itu. Disentilnya sesekali ketika cemarinya menyentuh daging kecil yang tersembul di antara belahannya.

“Ehh.. nikmat sekali Din.. teruss lakukan teruss.. ehh” Yuyu mengerang kenikmatan.
Dina tak banyak bicara. Ia hanya mendengus-dengus memburu sambil terus mengulum puting susu Yuyu. Ditekannya vagina Yuyu dengan telapak tangannya. Tersembur cairan kental dari lubang vagina Yuyu yang kini menempel di tangannya. Dina menghentikan kulumannya. Dilihatnya telapak tangannya yang basah oleh cairan dari lubang vagina Yuyu itu. Dijilatnya cairan itu. Tak berasa.

“Kenapa berhenti, Din?” kata Yuyu kesal.
“Ikuti petunjukku Yuyu,” pinta Dina.
Dina segera melepas CDnya. Kini ia dalam keadaan telanjang bulat. Tak selembar kainpun membalut tubuhnya. Dilemparkannya CD yang telah basah itu entah kemana. Kemudian dilepasnya pula CD milik Yuyu. Yuyu membantu dengan meregangkan selangkangannya. Kini mereka telah sama-sama polos seperti bayi.

Dina kini berganti posisi tidur. Tubuhnya masih tetap menindih tubuh Yuyu. Tapi mukanya kini sudah berada di atas selakang Yuyu. Dan wajah Yuyu pun sudah berada di bawah selakang Dina. Dina memulainya dengan menciumi vagina Yuyu. Kemudian lidahnya mulai bermain-main di rerumputan yang telah basah itu.

Yuyu bagai diperintah mengikuti semua yang dilakukan Dina. Disapunya semua bagian vagina Dina yang ditumbuhi bulu-bulu yang agak jarang. Dijilat-jilatnya klitoris Dina lalu dihisapnya agak kuat. Dina mendesis-desis kegelian. Lalu dilakukannya hal serupa pada vagina Yuyu membuat Yuyu bergelinjangan. Ditekan-tekannya kembali vagina Yuyu dengan telapak tanggannya. Suur.. cairan kental itu kembali keluar. Dijilatinya dinding vagina Yuyu sehingga membuat Yuyu semakin terlena.

Tiba-tiba Dina melihat lubang berwarna coklat kemerah- merahan yang agak terkatup. Dijilat-jilatnya lubang itu, Yuyu bergelinjangan. Dina terus menjilatinya sambil mengingat-ingat salah satu blue film yang pernah ditontonnya. Mungkin lubang inilah yang dimaksud. Lubang yang selalu disodok oleh penis kalau ingin mendapatkan kepuasan tertinggi. Mata Dina berbinar-binar. Ia berguling ke samping, lalu membisikkan sesuatu ke telinga Yuyu.
“Aku akan membawamu terbang, Yuu..”

Yuyu mengangguk pasrah. Yang terpenting baginya adalah menikmati permainan Dina selanjutnya. Dina meraih sebatang wortel dari rak sayur di bawah meja. Kemudian ditekuknya siku kaki Yuyu dengan posisi agak mengangkang sehingga kepala Dina mudah mencumbu kembali bagian terpeka Yuyu itu. Dengan perlahan ditusukkannya ujung wortel itu ke dalam lubang kemaluan Yuyu. Yuyu merintih-rintih kesakitan. Vaginanya terasa panas dan nyeri. Tapi Dina terus mendorongnya ke dalam.

“Aaahh..” Yuyu menjerit badannya terduduk seketika.
Matanya liar memandangi benda apakah gerangan yang telah membuatnya merasa kesakitan. Darah segar menyembur, keperawanan Yuyu telah amblas. Dina menarik keluar batang wortel itu, tapi belum sampai keluar sepenuhnya, sudah dimasukkan kembali. Mata Dina mengerjap-ngerjap. Sedang Yuyu memandangi batang wortel yang keluar-masuk lubang keperawanannya dengan nafas menghentak-hentak. Ada rasa nikmat di antara rasa nyeri di lubang kewanitaannya.

Kemudian direbutnya batang wortel itu dari tangan Dina. Dimasukkannya ujung wortel itu lebih dalam dengan tangganya sediri. Matanya terpejam menikmati kenikmatan yang luar biasa. Dina yang merasa kelelahan tergeletak bersimbah keringat.

Hatinya bergemuruh mengenang yang barusan terjadi. Ada apa dengannya? Apakah dia sudah menjadi seorang lesbi? Ah, tidak! Ia masih normal! Hati Dina berontak. Ia segera berlari keluar kamar sebelum Yuyu kembali memburunya dengan batang wortel yang masih bersimbah darah keperawanan Yuyu.


Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik dan artikel ini url permalinknya adalah http://bursaceritasex.blogspot.com/2018/03/bursa-cerita-sex-darah-perawan-yuyu-si-mahasiswa-cantik.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Darah Perawan Yuyu si Mahasiswa Cantik"

Post a Comment