DISKONQQ bandarq, aduq, dominoq, bandar sakong, judi capsa Judi Bola Judi Domino Poker ModalQQ Terpercaya Meja13 adalah situs judi online game capsa susun
Musimqq Bandar Sakong Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Terpercaya

Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina

Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina - Hallo Semuanya, Kali ini Bursa Cerita Sex, akan mencoba memberikan cerita dewasa Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina, Silahkan membaca dengan khusu biar Lendir lancar di buang hahahah...

Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina
Judul Cerita : Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina

lihat juga

Bandar DominoQQ Dan Adu Q Juga Bandar Poker Online Menangqq Agen bandar judi Adu Q Judi Bola Liga365

Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina

Bursa Cerita Sex: Namaku Alex, Mainanku Tante Vina
Bursa Cerita Sex: Namaku Alex, Mainanku Tante Vina

Malang benar nasibku, malam itu saat sedang dugem aku ditinggalkan kedua temanku karena kedua temanku sudah mendapatkan pasangan yang pastinya sudah setengah mabok, dan setelah keduanya sepakat, mereka langsung meninggalkanku begitu saja, dan tinggallah aku di meja yang sudah aku pesan didalam diskotik sendirian.

Kemudian aku menghabiskan semua minuman yang masih tersisa. Namun belum sampai minuman-minuman yang ada dimejaku habis aku didatangi oleh seorang wanita setengah baya dengan pakaian yang super seksi.

Wanita itu hanya menggunakan gaun tanpa lengan dan tanpa penutup dada sehingga buah dadanya yang montok menjulang keluar. Tubuhnya gak begitu seksi, namun kulitnya sungguh bersih sekali, dan sekejap aku langsung berimajinasi kalau klitoris wanita ini pasti merah meDama.

Vina adalah namanya saat memperkenalkan dirinya kepadaku. Dan setelah memperkenalkan dirinya aku menyuruhnya untuk gabung dan menghabiskan minuman yang ada dimejaku. Namun Vina ini sudah bau alcohol, dan ketika dia datang Vina sudah agak sempoyongan.

Setelah aku dan tante Vina minum sambil ngobrol panjang lebar, akhirnya aku ajak Vina untuk berjoget. Disitulah aku merasa kalau Vina ini adalah wanita yang binal. Gak rugi aku ditinggalkan kedua temanku karena aku mendapatkan yang lebih cantik dari yang mereka bawa.

Saking asiknya berjoget diiringi lagu disko,aku menelusuri semua lekuk tubuh Vina. Vina pun yang sudah setengah mabok pun diam saja dengan apa yang aku lakukan kepadanya. Aku pegang-pegang pantatnya, aku peluk dia dari belakang sambil sesekali menyentuh payudaranya yang sangat montok itu.

Dan yang terakhir sebelum dia akhirnya benar-benar mabok aku mencium bibir Vina. Namun Vina tidak membalas ciumanku karena dia sudah mabok benar. Dan kemudian aku bawa dia kemejaku dan kutidurkan dia disana. Dan tak lama aku pun sudah merasa capek, lalu aku papah Vina menuju keparkiran untuk aku antarkan pulang.

“Nich cewek kayaknya Tante-Tante?” Bathinku. Setelah memperhatikan wajah wanita itu yang kelihatan mencerminkan usianya kira-kira 38 tahunan. Sepanjang perjalanan aku memperhatikan wanita yang tertidur disebelahku.

Pakaiannya yang hanya menutupi sebagian tubuhnya sehingga jelas sekali terlihat buah toketnya yang putih dan gede terus ke bagian bawah yang hanya memakai rok span sehingga jelas terlihat sangat mulus dan sangat seksi.

Tiba tiba pikiran jorokku mulai merambah ditambah lagi jalan tol menuju Lippo sepi dan gelap. Tanganku mulai meraba paha, kusingkapkan rok mini merah itu kini terlihat jelas celana dalam wanita itu.

“Gila merah juga?” Ucapku lirih takut tuh Tante bangun.

Kini tangan jahilku mulai ke atas menuju bukit kembar yang nongol gede.
“Busyet mantep banget nich?” Remasan kecil tidak membuat Tante ini bangun pikirnya.
“Sial lagi asyik sudah sampai?!”

Gerutuku sambil melepas remasan kecil pada payudara Tante itu terlihat pintu tol 500 meter lagi. Mungkin karena cahaya lampu pintu tol sang Tante terlihat bangun sambil membersihkan matanya.

“Dimana ini?”
“Mau masuk perumahan Tan?” Jawabku.
“Belok kiri no.13″ tunjuk Tante itu rumahnya.
“Ok” aku mengiyakan.

Rumah kawasan Lippo memang terkenal mewah gerbang rumah berwarna biru itu terbuka setelah dari dalam mobil Tante itu memencet remot pagar begitu juga pintu garasi, mobil lancer langsung meluncur masuk ke dalam garasi.

“Mari Tan..” aku bermaksud memapah Tante itu.
“Ah nggak usah pusingnya agak mendingan kok” tolak Tante itu halus.
“Ayo masuk” ajaknya sambil menuju pintu rumah didalam garasi.

Jalannya yang anggun membuatku menelan air ludah. Pantat gede Tante itu goyang kanan kiri mengikuti irama kakinya yang panjang dan mulus.

“Silahkan duduk..?!” mempersilahkanku duduk.
“Thanks Tante” balasku.
“Oh ya siapa namamu tadi?” tanya Tante itu sambil pergi ke arah ruangan lain.
“Andri” balasku sedikit berteriak agar terdengar.

Tante Vina membawakan dua gelas bir sambil duduk disebelahku rapat sekali membuat aku agak keki.

“Silahkan minum?” sambil menyerahkan segelas bir kaleng. “Thanks Tan..”

Kutenggak bir itu bukannya haus tapi menahan gejolak birahi melihat paha putih mulus dan buah dada yang menantang.

“Santai aja.. Haus ya?”
“Lumayan?! ” balasku memerah.
“Tante Vina tinggal sendiri?” Aku mencoba untuk ngobrol.
“Jangan panggil Tante Vina donk, Tante aja, apa Vina aja”
“Tante dech..” aku memastikan.
“Sudah tua ya?” balas Tante Vina.
“Tapi Tante kelihatan masih cantik..” sambil mataku terus memperhatikan buah dada tante Vina yang menggantung indah.
“Makasih” tersipu Tante Vina dipuji seperti itu.
“Oh ya Tante tinggal dengan siapa?” Tanyaku penasaran.
“Aku tinggal ama suamiku, dia lagi berlayar 2 bulan sekali dia pulang sudah 2 minggu dia berangkat berlayar..” jelas Tante Vina.
“Oh begitu ya..?” berarti dia kesepian nich bathinku.
“Kamu sudah punya pacar?” Tante Vina bertanya sambil menarik tanganku ke atas pahanya yang putih itu.
“Belum Tan..?!” jawabku menarik tangannya mencoba malu-malu kucing.
“Kenapa? kok malu?! Apa aku harus tidur lagi biar kamu enggak malu dan leluasa mengelus-elusku”
“Maksud Tante?” bertanya heranku.
“Aku tahu yang kamu lakukan sepanjang perjalanan tadi, aku diam karena kupikir kamu kan sudah tolongin aku boleh donk sebagai tanda terimakasih”
“Jadi ni Tante juga keenakan toh, sial deg-deg an juga gue, gue kira dia tahu bakal marah eh malah seneng, aman sekarang dong, asyiik?” Bathinku.

Sekarang aku bebas melakukan gerakannya karena sudah tahu Tante Vina senang diperlakukan seperti itu. Tanganku mulai meraba paha Tante Vina.

“Kulit Tante halus sekali..?!” bisikku ke telinga Tante Vina disertai jilatan halus membuat Tante Vina menggelinjang geli.
“Oh ya? Terusin dong ke atas Dri..?” pinta Tante Vina manja.

Tangan Andri masuk ke dalam celana dalam Tante Vina.

“Okh kamu ahli sekali Dri?”

Tangan Tante Vina mulai menjalar ke arah celana Andri dan mulai menelanjangi Andri dengan ganas.

“Tenang Tan?” “Tanganmu itu yang membuat aku enggak tahan okh..
Okh” kembali Tante Vina mengerang kenikmatan.

Kini aku sudah telanjang di pegangnya penisku yang lumayan besar.

“Gede juga punyamu” ucap Tante Vina sambil mulai mengulum penisku, aku hanya bisa mendesah kenikmatan ketika penisnya amblas ke dalam mulut Tante Vina.
“Okh Tante okh.. Okh” sambil meremas rambut Tante Vina.
“Telanjangi aku Dri” pinta Tante Vina setelah puas mengulum penisku.

Aku mulai melakukannya hingga telanjang polos sudah Tante Vina, jelas terlihat bukit berumput hitam lebat dan sepasang payudara yang gede. Andri merebahkan tubuh bugil itu diatas kursi.

“Regangin pahamu Tan” pintaku.

Aku Mulai menjilati vagina Tante Vina yang merah mungkin karena jarang di pake.

“Oh bulu jembut Tante lebat banget..”
“Tapi ok kan..?” “Mantep Tan” ujarku sambil menyingkap bulu lebat itu dan mulai memainkan lidahnya dibibir vagina Tante Vina.
“Ukh.. Ukh.. Ukh hebat terus jilat terus Dri okh.. Enak.. Enak”.

Menggelinjang eggak karuan Tante Vina menahan birahi yang mulai merambah urat-urat pembuluh darahnya. Sementara tangan Andri asyik meremas payudara Tante Vina yang gede.

“Remas Dri remas yang kenceng ukh.. ukh..” sambil matanya merem melek.

Terlihat jelas olehku vagina Tante Vina kembang kempis karena kenikmatan.

“Dri masukin donk, masukin Dri .. Ukh”

Sedikit kubungkukkan tubuhku sambil mulai mengarahkan batang penisku ke arah vagina Tante Vina yang sudah becek karena jilatan lembut lidahku. Perlahan tapi pasti penisku mulai merambah masuk ke dalam vagina Tante Vina.

“Okh..” desah Tante Vina keenakan.
Pantatku bergerak maju mundur.
“Okh.. Enak Dri  okh..” merem melek Tante Vina dibuatku.
“Okh.. Okh.. Goyang terus” pinta Tante Vina masih keenakan.

Aku pun merasakan kenikmatan teramat sangat penisku terasa ada yang menyedot halus dan nikmat ditambah desahan Tante Vina yang sangat merangsang urat syarafnya menegang.

“Okh Tan empuk juga memekmu Tan okh.. Okh” sambil terus pantatnya maju mundur mengoyak vagina Tante Vina yang sudah basah banget.

Mulut Tante Vina yang mendesah seksi itu aku sambar hingga keduanya saling berciuman liar, tanganku pun tidak tinggal diam remasan liar menimpa payudara Tante Vina yang sudah keras.

Cukup lama perbuatan cabul diatas sofa itu berlangsung dengan sengit dengan teriakan Tante Vina yang tak tahan akan penisku yang beraksi. Hingga..

“Tan.. Pindah ke lantai yu?” ajakku. “Terserah, asal jangan dilepas ya? Habis enak banget sih..”

Penisku masih menancap tegang di vagina Tante Vina, kuangkat tubuh bugil Tante Vina lalu merebahkannya diatas lantai yang berpermadani halus itu. Keringat mengucur deras kenikmatan enggak terbendung gerakan maju mundurku yang kadang diselingi putaran penisku membuat Tante Vina merem melek menahan gairah yang mungkin sangat diharapkannya malam itu.

“Dri gantian ya?” pinta Tante Vina ganti posisi.

Kamipun berguling separo sehingga sekarang posisi Tante Vina berada di atas menindih tubuhku.

“Dri gimana kalau goyang gini” tawar Tante Vina sambil mengoyang pantatnya yang padat berisi.
“Gila Tan.. Enaak banget terus tan ukh.. Ukh..” sambil tanganku terus meremas payudara yang sekarang lebih menantang karena menggantung indah dan mantap.
“Oh Dri aku sudah tidak kuat Dri.. Okh.. Dri.. Okh.. Dri.. Okh”
“Tahan sebentar Tan.. Aku jagu sudah mau sampai okh.. Okh” eranganku menahan goyangan Tante Vina yang semakin liar.
“Okh.. Okh.. Aku keluar.. Okh.. Okh..”

Dengan cepat dicabut memeknya lalu disodorkan ke arah wajahku.

“Okh.. Hisap Dri.. Okh” pinta Tante Vina sambil tangannya mengocok kencang penisku yang saat itu sedang di ujung banget.

Dengan jilatan ganas kuhisap vagina Tante Vina beserta cairan yang keluar dari dalam vagina itu Tante Vina terlihat sangat menikmati jilatan itu. Serr.. air mani vagina Tante Vina muncrat ke wajahku.

“Okh.. Okh..” erangan Tante Vina sambil terus membenamkan memeknya ke wajahku.
“Okh Dri kamu luar biasa” puji Tante Vina atas kehebatanku melayaninya.

Aku duduk di sofa kembali sementara penisnya masih menegang tangguh, dengan penuh pengertian Tante Vina mengocok penisku yang masih tegang.

“Okh.. enggak lama Tan.. Okh..” Crot.. Crot..

Dari penisku keluar cairan putih kental yang langsung dengan sigap Tante Vina memasukkan penisku ke dalam mulutnya.

“Akh.. Okh..”

Aku tersenyum puas begitu juga Tante Vina yang memang malam itu sangat mendambakan memeknya mengeluarkan cairan kenikmatan ditemani lelaki perkasa sepertiku.




Demikianlah Artikel Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina

Sekian Blog Lendir Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina, Mudah-mudahan bisa membantu kalian yang sedang kesepian dan bisa menghantarkan tidur pulas hahhaha

Anda sedang membaca artikel Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina dan artikel ini url permalinknya adalah http://bursaceritasex.blogspot.com/2017/09/bursa-cerita-sex-namaku-andri-mainanku-tante-vina.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Tag : , , , , , , ,

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Bursa Cerita Sex: Namaku Andri, Mainanku Tante Vina"

Post a Comment